Posted in

Tanah dan iklim berkontribusi terhadap pemeliharaan polimorfisme warna bunga

Tanah dan iklim berkontribusi terhadap pemeliharaan polimorfisme warna bunga
Tanah dan iklim berkontribusi terhadap pemeliharaan polimorfisme warna bunga

Abstrak
Premis
Pigmen bunga seperti antosianin diketahui memengaruhi daya tarik penyerbuk, tetapi juga memberikan toleransi terhadap stresor abiotik seperti tanah yang keras, suhu ekstrem, curah hujan rendah, dan radiasi UV. Dalam kasus seperti itu, variasi lingkungan dalam stresor abiotik sepanjang ruang atau waktu dapat menyebabkan pemeliharaan variasi warna bunga dalam spesies. Dalam skenario ini, warna bunga dalam populasi alami harus berkorelasi dengan stresor lingkungan.

Metode
Dengan menggunakan pendekatan komparatif, kami menguji apakah variabel abiotik memprediksi warna bunga pada Leptosiphon parviflorus , spesies dengan warna bunga merah muda dan putih. Kami melakukan studi lapangan mendalam untuk menilai frekuensi warna, kimia tanah, dan iklim. Kami kemudian menggunakan pengamatan iNaturalist yang didukung oleh ilmuwan komunitas untuk memeriksa pola pada skala spasial yang lebih besar.

Hasil
Di 21 lokasi lapangan, L. parviflorus memiliki frekuensi morf merah muda yang lebih tinggi di lokasi dengan tanah berkelok-kelok, suhu tahunan rata-rata yang lebih tinggi, dan defisit air iklim rata-rata yang lebih tinggi (proksi untuk stres kekeringan). Pengamatan iNaturalist mendukung temuan ini—kemungkinan bunga berwarna merah muda lebih besar di lokasi dengan tanah yang berasal dari berkelok-kelok, terutama ketika radiasi UV rata-rata lokal dan defisit air iklim lebih tinggi.

Kesimpulan
Variasi spasial dalam stresor abiotik dapat berkontribusi pada pemeliharaan variasi warna bunga di seluruh rentang geografis L. parviflorus . Penelitian selanjutnya akan meneliti mekanisme yang menyebabkan warna bunga memengaruhi toleransi stres dan akan menilai apakah pertukaran kebugaran dalam habitat yang kontras di seluruh rentang tersebut terkait dengan warna bunga.

PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN
Kathleen Kay adalah Redaktur Asosiasi American Journal of Botany tetapi tidak mengambil bagian dalam tinjauan sejawat dan proses pengambilan keputusan untuk makalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *