Posted in

Penilaian Faktor Sosiodemografi yang Berhubungan dengan Infeksi Kompleks Mycobacterium tuberculosis pada Monyet Ekor Panjang ( Macaca fascicularis ) yang Hidup di Alam Liar di Thailand

Penilaian Faktor Sosiodemografi yang Berhubungan dengan Infeksi Kompleks Mycobacterium tuberculosis
Penilaian Faktor Sosiodemografi yang Berhubungan dengan Infeksi Kompleks Mycobacterium tuberculosis

ABSTRAK
Ancaman penularan penyakit di persimpangan antarmuka manusia-satwa liar menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk studi terperinci tentang penularan patogen yang ditularkan melalui manusia lintas spesies, terutama di antara primata nonmanusia di daerah perkotaan. Penelitian ini berfokus pada determinan sosial dan demografis infeksi kompleks Mycobacterium tuberculosis (MTBC) pada monyet ekor panjang liar ( Macaca fascicularis ) di Thailand. Pengamatan perilaku dan spesimen biologis noninvasif (feses yang baru saja dikeluarkan dan sampel oral yang diberi umpan tali) dikumpulkan dari 98 monyet ekor panjang yang tinggal di Wat Khao Thamon, Thailand selatan, antara Agustus 2021 dan Februari 2022. Kami mendeteksi antigen MTBC menggunakan metode nested-PCR IS 6110 pada 11 dari 98 monyet (11,22%). GLM logistik mengungkapkan bahwa risiko penularan MTBC lebih tinggi di antara monyet dengan interaksi manusia-monyet yang sering, sedangkan peningkatan perawatan sosial pada spesies yang sama menunjukkan tren yang tidak signifikan terhadap penurunan risiko. Temuan kami menunjukkan bahwa paparan antropogenik meningkatkan risiko infeksi MTBC di antara monyet, tetapi risiko ini dapat dikurangi (ditahan secara sosial) dengan peningkatan interaksi afiliasi dalam kelompok. Secara lebih umum, potensi peningkatan prevalensi penyakit pada satwa liar dengan interaksi manusia yang sering atau berkurangnya perlindungan sosial menyoroti perlunya mempertimbangkan sosiodemografi hewan saat mengembangkan strategi untuk memahami dan mencegah penularan penyakit antara manusia dan satwa liar.

Ringkasan

Penelitian ini menggunakan metode non-invasif untuk menghubungkan deteksi MTBC dengan pengamatan perilaku pada kera ekor panjang, yang memberikan wawasan mengenai faktor risiko sosial pada populasi liar.

Monyet yang sering berinteraksi dengan manusia memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terdeteksi MTBC, menyoroti efek antropogenik negatif pada kesehatan satwa liar.

Tren marjinal menunjukkan adanya hubungan potensial antara perawatan dan berkurangnya deteksi MTBC.

Konflik Kepentingan
Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *