Posted in

Pemrosesan Ulang Pengecoran Pelarut pada Sensor Nanokomposit Berbasis Poli(vinilidena fluorida-ko-heksafluoropropilena): Studi Mendalam tentang Kemampuan Daur Ulang dan Kinerja

Pemrosesan Ulang Pengecoran
Pemrosesan Ulang Pengecoran

Abstrak

Elektronik yang dapat dikenakan telah mendapatkan perhatian yang semakin meningkat karena potensinya dalam aplikasi pemantauan kesehatan waktu nyata. Namun, dampak lingkungan dan limbah yang terkait dengan bahan yang tidak dapat didaur ulang yang digunakan dalam perangkat ini tetap menjadi tantangan kritis. Studi ini menyelidiki pemrosesan ulang dan daur ulang sensor regangan fleksibel berdasarkan nanokomposit Poli(vinilidena fluorida-ko-heksafluoropropilena) (PVDF-HFP) yang diperkuat dengan karbon nanotube (CNT) dan nanoplatelet grafena (GNP). Nanokomposit mengalami beberapa siklus daur ulang menggunakan metode pengecoran pelarut, dan sifat listrik dan elektromekanisnya dianalisis secara menyeluruh. Karakterisasi mikrostruktur mengungkapkan peningkatan dispersi nanopartikel dengan daur ulang, meskipun dengan perilaku yang berbeda untuk CNT dan GNP karena perbedaan dalam rasio aspek dan geometri. Uji listrik menunjukkan penurunan konduktivitas untuk sensor berbasis CNT karena kerusakan nanopartikel, sementara sensor berbasis GNP menunjukkan konduktivitas yang stabil. Uji elektromekanis menunjukkan peningkatan sensitivitas setelah daur ulang, dengan sensor berbasis GNP menunjukkan kekokohan yang unggul. Uji bukti konsep, termasuk pemantauan gerakan sendi lutut dan pola pernapasan, memvalidasi fungsionalitas sensor daur ulang dalam aplikasi pemantauan kesehatan. Temuan ini menyoroti potensi sensor nanokomposit PVDF-HFP yang diproses ulang sebagai material berkelanjutan dan berkinerja tinggi untuk perangkat elektronik yang dapat dikenakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *