Abstrak
LATAR BELAKANG
Jagung merupakan makanan pokok dunia yang sangat penting, namun produktivitasnya rentan terhadap hama invasif yang terkenal, yaitu ulat grayak ( Spodoptera frugiperda ). Untuk mengetahui efek transgenerasional dan potensi kemanjuran pengendalian hama, kami mengevaluasi klorantraniliprole, azadirachtin, dan unikonazole pada perkembangan, reproduksi, metabolom, dan transkriptom larva S. frugiperda .
HASIL
Paparan terhadap klorantraniliprole, azadirachtin, dan unikonazol telah memengaruhi perkembangan larva S. frugiperda , kepompong, kesuburan, dan umur panjang. Analisis biokimia terhadap aktivitas enzim spesifik [asetilkolinesterase (AChE), karboksilesterase (CarE), glutathione-S-transferase (GST), dan sitokrom P450 (P450)] menunjukkan perubahan aktivitas yang sangat besar. Klorantraniliprole dan azadirachtin memiliki pengaruh yang menonjol pada ekspresi gen umum yang terlibat dalam replikasi DNA, fosforilasi oksidatif, pencernaan, reaksi imun, dan sistem endokrin, seperti yang ditunjukkan oleh sekuensing RNA. Sebaliknya, unikonazol hanya memengaruhi regulasi gen secara marjinal. Selain itu, pestisida secara signifikan memengaruhi tanaman jagung dengan mengubah profil metabolom dan transkriptomnya dan secara dramatis meningkatkan mortalitas tanaman, terutama setelah perlakuan klorantraniliprole dan azadirachtin. Pengurutan RNA tanaman jagung yang diobati dengan klorantraniliprole, azadirachtin, dan unikonazole mengungkapkan perubahan ekspresi gen yang signifikan, memberikan wawasan tentang respons adaptif tanaman dan potensi perubahan dalam interaksi serangga–tanaman.
KESIMPULAN
Hasil ini menunjukkan efek lintas generasi yang kompleks dari S. frugiperda itu sendiri dan tanaman jagung. Temuan ini menggarisbawahi potensi mengintegrasikan senyawa ini ke dalam strategi pengelolaan hama secara hayati terhadap S. frugiperda , dengan implikasi untuk meningkatkan perlindungan jagung. © 2025 Society of Chemical Industry.