ABSTRAK
Kanker usus besar manusia dan kanker prostat adalah keganasan yang paling umum secara global. Meskipun tersedia banyak perawatan, resistensi terhadap obat-obatan tradisional, seperti kemoterapi dan radioterapi, tetap menjadi kendala berat dalam perawatan kanker. Oleh karena itu, mencari opsi terapi baru menjadi prioritas utama. Investigasi saat ini mengevaluasi potensi antikanker in-silico dan in-vitro dari fitokimia Piper chaba . Hasil sitotoksisitas menunjukkan bahwa ekstrak tanaman menunjukkan aktivitas antikanker yang signifikan, dengan nilai IC 50 sebesar 12,66 ± 0,25 µg/mL untuk HCT-116 dan 19,49 ± 0,37 µg/mL untuk DU-145. Simulasi docking molekuler dan dinamika molekuler dilakukan untuk mengeksplorasi interaksi target obat potensial dengan fitokimia. Selanjutnya, perhitungan parameter farmakokinetik dilakukan untuk mengevaluasi kemiripan obat. Piperin menunjukkan afinitas pengikatan tertinggi untuk protein reseptor faktor pertumbuhan endotel vaskular-2 (VEGFR2) dengan skor docking -9,71 kkal/mol. Silvatin memiliki afinitas pengikatan yang lebih besar untuk protein reseptor faktor pertumbuhan epidermal manusia 3 (HER3) dibandingkan fitokimia lainnya. Isopiperin, kabamida, Piperlonguminin, Santamarine dan Versalide hanya menunjukkan aktivitas ligan untuk protein beta IKK manusia (penghambat kinase kappa B). Selain itu, analisis komponen utama dilakukan untuk memperkuat cakupan investigasi. Fitokimia yang diusulkan ini dilaporkan memiliki potensi penghambatan VEGFR2, HER2 dan beta IKK manusia. Fitokimia terbaik memiliki afinitas pengikatan yang sangat baik dan memiliki potensi antikanker yang sangat besar, membuka jalan baru untuk investigasi prospektif di masa depan dalam pengobatan kanker.
Konflik Kepentingan
Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan.