Posted in

Epilepsi genetik pada neonatus/infantil: Kegunaan pengujian genetik untuk diagnosis etiologi molekuler yang spesifik terkait implikasi terapeutik

Epilepsi genetik
Epilepsi genetik

Abstrak
Tujuan
Untuk mengevaluasi pentingnya pengujian genetik pada epilepsi genetik neonatal dan infantil (NIGEP) untuk meningkatkan diagnosis molekuler dengan implikasi manajemen.

Metode
Kohort tunggal yang terdiri dari 128 pasien dengan NIGEP (usia 0–36 bulan) dari tahun 2010 hingga 2022 dinilai secara retrospektif. Kegunaan diagnostik pengujian genetik, termasuk pendekatan sequencing generasi berikutnya (NGS) dan berbasis kromosom, disurvei untuk menentukan dampaknya terhadap penyesuaian pengobatan antikejang dan pengobatan presisi.

Hasil
Diagnosis molekuler diperoleh pada 110 pasien (85,9%) menggunakan NGS dan pada 18 pasien (14,1%) menggunakan uji berbasis kromosom, yang mengidentifikasi varian genetik patogenik. Varian genetik yang paling sering diidentifikasi adalah SCN1A (12,2%), TSC1–2 (12,2%), ALDH7A1 (10,2%), CDKL5 (10,2%), KCNQ2 (10%), dan STXBP1 (6,1%) pada kelompok dengan onset neonatal dan infantil awal (0–3 bulan); SCN1A (25,3%), TSC1–2 (11,3%), UBE3A (10,1%), dan STXBP1 (3,7%) pada kelompok dengan onset infantil akhir (>3 bulan). Kategorisasi etiopatogenetik molekuler didasarkan pada gen yang mengkode saluran ion dan transporter ( n = 40, 31,2%), protein dengan fungsi sel ( n = 42, 32,8%), protein dan enzim dalam jalur metabolisme ( n = 36, 28,2%), dan kelompok yang tidak ditentukan ( n = 10, 7,8%). Diagnostik molekuler-genetik memberikan hasil pengobatan potensial sebesar 61,7% (79/128) untuk terapi yang ditargetkan dengan modifikasi antikejang/terapi presisi. Kelompok terapi yang ditargetkan menunjukkan tingkat epilepsi yang resistan terhadap obat yang lebih rendah (46,7%) dan ensefalopati perkembangan dan epilepsi (82,3%).

Makna
Studi terkini menekankan nilai pengujian genetik dalam memungkinkan pengelolaan terapi yang ditargetkan dalam konteks modifikasi pengobatan antikejang atau implikasi terapi presisi dalam kelompok NIGEP yang disajikan, yang berkontribusi pada hasil yang lebih baik.

PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN
Penulis tidak memiliki konflik kepentingan untuk diungkapkan yang relevan dengan artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *